Mazmur 25:8. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Mazmur 25:12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
Ada seorang adventurer dari negara Barat, pionir pertama berhasil solo menembus hutan Amazon di Amerika Selatan, hutan paling luas (mungkin luasnya bisa seukuran pulau Kalimantan atau seluas sebuah negara besar) dan masih perawan. Berita keberhasilannya itu menjadi liputan media yang luas, karena adalah "keajaiban" seorang manusia bisa bertahan hidup menembus hutan itu. Bahaya katak beracun, tarantula, macan, ular berbisa dan ular raksasa Anakonda, kalajengking dan lumpur hisap, rawa penuh buaya hanyalah sedikit contoh kendalanya, belum termasuk tersesat dan hilang arah nggak bisa keluar akhirnya mati kelaparan.
Seorang wartawan bertanya kepadanya "Om, boleh bagi cerita kiat om sanggup menembus hutan dahsyat ini?" Dijawab pionir itu "Sesungguhnya saya tidak pernah menembus hutan Amazon. Yang terjadi adalah, saya berusaha melewati sebuah rawa, saya berusaha melewati gunung batu, saya mencoba menyeberang jurang, dan saya mengatasi binatang berbahaya, sambil tetap menjaga arah saya. Itu saja. Saya tidak pernah menaklukan Amazon".
Kenyataan hidup manusia sebenarnya mirip usaha pionir ini. Yang dilakukan dari waktu ke waktu adalah mengatasi kendala yang muncul di hadapan kita, sambil tetap menjaga arah dengan benar.
***
Pagi ini kita dibukakan rahasia dari Firman TUHAN, bahwa keberhasilan manusia menembus kegelapan dari hidup ini adalah ketika Tuhan sendiri menunjukkan jalan bagi orang yang sesat. Orang sesat adalah mereka yang masih hidup, masih melakukan aktivitas biasa, tetapi apa yang mereka lakukan pasti menuju kepada bahaya mematikan. Arah mereka menuju kepada sarang buaya, kepada sarang macan kumbang. Jika TUHAN tidak mengubah arah jalan manusia ini, maka ia akan berujung pada kebinasaan, cepat atau lambat.
Tiga kata kerja dipergunakan dalam sabda Tuhan di atas:
- menunjukkan
- membimbing
- mengajarkan
Tiga kata yang merupakan fungsi seorang GURU. Yesus Kristus adalah Guru, Rabbi.
Ada sebuah kondisi penting di sana, RENDAH HATI. Pionir itu tidak memiliki motivasi untuk "hebat menaklukan Amazon", tetapi ia rendah hati mengatasi masalah di depannya. Suatu hari Yesus Kristus Sang Guru mengajarkan :
Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Yesus seorang yang rendah hati.
Rasul Paulus mengajarkan :
Efesus 4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Paulus memerintahkan ini karena sabda Yesus Kristus di atas.
Rendah hati, apakah maksudnya?
Rendah hati adalah hati yang memandang bahwa diri ini sesungguhnya adalah musafir yang berjalan di negeri yang tak menentu, rendah hati mengakui bahwa dari titik kita memandang kita hanya bisa melihat sekeliling kita, tidak dapat melampaui untuk memandang semua jalan di depan. Kita mengakui keterbatasan kita dalam mengendalikan jalan kita. Oleh karena itu rendah hati berarti ada pengakuan akan kuasa yang baik dan benar yang masih membimbing kita menempuh jalur ke depan. Rendah hati berarti mengharapkan pertolongan orang lain, mengharapkan tuntunan Tuhan. Rendah hati berarti mengakui kuasa Tuhan.
Yesus Kristus meski Anak Allah, tetapi Ia sungguh taat dan tunduk pada Bapa-Nya. Ia menempatkan Diri-Nya sebagai orang yang sepenuhnya mengikuti kehendak Bapa-Nya. Ia memikul kuk perhambaan kepada kehendak Bapa-Nya.
catatan :
Kuk adalah sebuah log kayu melengkung, tebal yang dipasang di atas pundak sapi/kerbau dari kuk itu tangkai penarik pedati, mata bajak, atau delman diikat kuat. Jadi kuk adalah benda dimana semua beban di belakang diletakkan dan bertumpu, dan terhadap kuk itu energi sapi/kerbau akan disalurkan menarik beban itu.
***
Tuhan memang menunjukkan jalan kepada orang sesat, tetapi orang sesat yang sekarang memiliki kerendahan hati mengakui kesesatannya. Yang berbahaya adalah orang sesat yang sombong, bahkan tidak mau mengakui bahwa ia dalam kondisi sesat.
Hanya kerendahan hati di hadapan Tuhan yang membuka mata seseorang mengetahui bahwa ia dalam posisi terhilang. Tetapi bagaimana kita tahu bahwa kita sesat dan terhilang?
Sabda Tuhan di atas menyatakan mengenai ciri jalan dan arah yang benar menuju TUHAN, yaitu jalan KASIH SETIA DAN KEBENARAN.
Kasih dan setia pada peringatan dan perjanjian TUHAN. Seorang boleh berkata ia tidak tersesat, tetapi ia tidak berpegang pada peringatan dan perjanjian TUHAN, maka ia masih tersesat.
Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk memikul kuk yang Ia pasang kepada kita, dan belajar kepada-Nya. Itulah ujian terbaik akan kondisi kasih setia dan kebenaran. Kita memikul kuk yaitu lambang perhambaan dan ketaatan kepada Yesus Kristus. Dan lambang berikutnya adalah kita belajar kepada Yesus Kristus.
Kemarin kita telah diminta untuk belajar mengenai "MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS", dan hari ini Tuhan Yesus memerintahkan "Belajarlah kepada-Ku". Ini sebuah rangkaian yang indah. Kita memang harus belajar dari cara berpikir Guru kita, mempelajari kesetiaanNya untuk rendah hati dan taat kepada Bapa di Sorga.
JFT 26/2/2015
catatan :
Kuk adalah sebuah log kayu melengkung, tebal yang dipasang di atas pundak sapi/kerbau dari kuk itu tangkai penarik pedati, mata bajak, atau delman diikat kuat. Jadi kuk adalah benda dimana semua beban di belakang diletakkan dan bertumpu, dan terhadap kuk itu energi sapi/kerbau akan disalurkan menarik beban itu.
***
Tuhan memang menunjukkan jalan kepada orang sesat, tetapi orang sesat yang sekarang memiliki kerendahan hati mengakui kesesatannya. Yang berbahaya adalah orang sesat yang sombong, bahkan tidak mau mengakui bahwa ia dalam kondisi sesat.
Hanya kerendahan hati di hadapan Tuhan yang membuka mata seseorang mengetahui bahwa ia dalam posisi terhilang. Tetapi bagaimana kita tahu bahwa kita sesat dan terhilang?
Sabda Tuhan di atas menyatakan mengenai ciri jalan dan arah yang benar menuju TUHAN, yaitu jalan KASIH SETIA DAN KEBENARAN.
Kasih dan setia pada peringatan dan perjanjian TUHAN. Seorang boleh berkata ia tidak tersesat, tetapi ia tidak berpegang pada peringatan dan perjanjian TUHAN, maka ia masih tersesat.
Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk memikul kuk yang Ia pasang kepada kita, dan belajar kepada-Nya. Itulah ujian terbaik akan kondisi kasih setia dan kebenaran. Kita memikul kuk yaitu lambang perhambaan dan ketaatan kepada Yesus Kristus. Dan lambang berikutnya adalah kita belajar kepada Yesus Kristus.
Kemarin kita telah diminta untuk belajar mengenai "MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS", dan hari ini Tuhan Yesus memerintahkan "Belajarlah kepada-Ku". Ini sebuah rangkaian yang indah. Kita memang harus belajar dari cara berpikir Guru kita, mempelajari kesetiaanNya untuk rendah hati dan taat kepada Bapa di Sorga.
JFT 26/2/2015
0 Comments