Markus
7:5 Karena itu orang-orang Farisi dan
ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak
hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan
najis?"
• Apakah bersentuhan salaman dengan wanita bukan muhrim berdosa?
• Apakah
makan kodok itu dosa?
Banyak pertanyaan seperti ini terdengar di lingkungan sekitar kita.
Meyakini
hal-hal sebagai terlarang atau wajib dilakukan adalah sah, hak tiap orang.
Tetapi menempatkan hal-hal itu seolah-olah peraturan hukum yang sakral apalagi
membebani manusia, terlebih menjadikannya 'hukum Tuhan' itu sudah tidak benar.
Tuhan
Yesus datang membawa pembebasan oleh Kebenaran, yaitu oleh diriNya. Allah
bersumpah membawa kemerdekaan rohani kepada manusia yang terhimpit dosa yg tak
sanggup manusia bebaskan sendiri. Allah memanggil manusia untuk lepas dari belenggu dosanya.
Manusia
tertentu dengan segala kemunafikan dari pemikiran mereka mengira mereka
membantu Allah menegakkan kehendakNya di bumi, telah menjadi manusia-manusia yang
memperbudak orang lain. Dengan segala peraturannya mereka tidak menuju kepada
kehendak Allah tetapi kehendak manusia yaitu semata adat istiadat. Meskipun banyak hal terlihat sebagai "normal" dalam sistem keagamaan, sama seperti orang Farisi dan para ahli Taurat melihat dirinya benar, murni dan baik, tetapi banyak kemunafikan yang sungguh besar telah terjadi.
Ketika orang lain melihat menggunakan kacamata syariat tertentu, dan dengan kacamata itu apalagi secara sadar menekankan untuk dilakukan oleh orang lain, maka mereka telah menaruh beban kepada orang lain. Bahkan dalam kekristenanpun ketika ada orang yg menetapkan
semacam 'syariat Kristen' yaitu lebih menekankan tata hidup manusia dengan
segala peraturan rohani sebagai sebuah "prasyarat kebenaran" lebih daripada mempercayai Tuhan Yesus, maka mereka adalah
anti kemerdekaan dalam Kristus.
Maksud
Tuhan memberi kemerdekaan ini kekal. Keberdosaan manusia sendiri adalah belenggu, maka adalah sia-sia jika manusia mendesak menuruti sebuah prasyarat demikian. Manusia harus didorong menuju kemerdekaan rohani, kebebasan dari hidup syariat, kemerdekaan yang hanya bisa diperoleh dalam Kristus sendiri. Rasul Paulus sangat membela kemerdekaan Kristen di dalam Tuhan Yesus.
Mari kita bersyukur selalu dalam hidup ini bahwa kita tidak dibelenggu oleh berbagai macam syariat. Kita bersyukur hidup di dalam kasih karunia Tuhan. Soal-soal yang dimasalahkan oleh orang Yahudi pandanglah sebagai hal-hal praktis yang memiliki kegunaan praktis. Mencuci tangan membantu mengurangi dan membunuh kuman yang melekat di tangan.
Tetapi kemerdekaan sejati adalah ketika dosa kita telah diampuni di dalam nama Tuhan Yesus.
Tetapi kemerdekaan sejati adalah ketika dosa kita telah diampuni di dalam nama Tuhan Yesus.
JFT 18/2/2015
0 Comments